CERPEN LUCU TERBARU TENTANG PENGALAMAN PRIBADI SESEORANG

Sang Idola (Oleh : Arina Manasikana)

Idola itu bagaikan bintang kan slalu bersinar

Mereka berkilau di atas

Mereka harus ingat

Banyak beribu bintang kecil  memandanginya

Disaat ayam berkokok dengan suara khasnya “kukukk  kriuuuuk........kkk” Manakala matahari mulai datang dengan keindahan sinarnya.Suasana pedesaan yang nyaman,tenang,dan asri, merupakan wujud kebesaran tuhan semesta alam kepada para umatnya. 

Mata yang masih sangat melekat dan hampir susah untuk dibuka, keadaan udara pagi yang masih begitu dingin menusuk ke tulang. Terlihat anak perempuan yang masih tertidur di atas ranjangnya sembari memegang  erat-erat selimut yang berada diatas badannya.Suara jam klasik tepat diatas dinding kamar “Kiiikuuk kiiikuuuk kikukk....”.
            
Terdengar suara perempuan setengah baya memanggil “Ndok cepat bangun,inikan sudah pagi,apa kamu dak sekolah tho...?” ( Ibu Iyem menarik selimut anaknya). Terasa separuh nyawaku masih melayang di bawah alam sadarku. Aku paksakan membuka mataku “Aduh Buk,inikan hari minggu tho...!!!, masa ibuk nyuruh  Maryam ke sekolah”  (Maryam sambil memukul dahinya dengan tangan). “ Maaf ndok ibuk lupa,tapi kan kamu sebagai anak perempuan harus lebih awal bangunnya”. 

Maryam yang merasa bosan mendengar ibunya berbicara menjawab “Nggeh buk, Ini Maryam sudah bangun,terus  Maryam mau di suruh apa tho?” Dengan perasaan sedikit kesal. Ibu Iyem pun menyuruh Maryam untuk bersih-bersih rumah. “Ini lo ndok,keadaan rumahmu kotor masa kamu gak malu kalau temanmu datang main kesini,terus kondisi rumahmu kayak kapal pecah”. “Nggeh,Maryam mandi dulu nanti dibersihkan semuaanya sampai kinclong”. Maryam  segera mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.
            
Setelah Maryam mandi, ia melakukan pekerjaan yang di suruh oleh ibunya. Bukanya Maryam menyapu lantai,  malah ia gunakan sapu yang ia genggam untuk mikrofon bergaya ala penyanyi idolanya “You know me so well ...Girl i need you...Girl i love you ...Girl i heart you” ( Mengangkat sapu sampai keatas berteriak dengan suara merdu katanya). Maryam mengira bahwa suara lagu yang ia nyanyikan begitu bagus dan itu membuat ia berteriak sekeras mungkin sampai ibu Iyem datang menemui Maryam “Astagfirullah ndok,opo to kowi kie,kok enek-enek wae tingkahmu?”. Maryam menggaruk kepalanya “He.he..ibuk iku piye to, niki lagune apik tenan di tambah suarane Maryam sing merdu banget”. Bu Iyem pun terheran-heran melihat kelakuan putrinya “ Karepmu wae ndok,sing penting pekerjaan rumahmu kudu rampong”. Maryam tertawa sambil memandang wajah Bu Iyem “ Beres deh buk...!”
            
Tak terasa matahari telah tertidur bergantikan kilauan bintang-bintang di atas langit.Maryam memandangi langit, Terdengar dering suara dari handphonenya bernada alunan lagu kesukaan Maryam. Teryata ia menerima satu pesan dari salah satu teman sekelasnya” Hai maryam nanti jam 7 tepat, jadi kan pergi ke alun-alun,aku wes dak sabar ni,nanti kumpul di tempat kayak biasanya”. 

Aku pun kebingungan sendiri “ Ya allah apakah hari ini aku bakal benar-benarl ketemu dengan idolaku”. Maklum saja ia dengan teman-temanya mendapat informasi dari sella bahwa hari ini boy band idolanya akan melakukan show di alun-alun dekat rumahnya. Tanpa memastikan informasi itu benar atau salah Maryam bersama teman-teman lainya langsung berangkat menuju tempat idolanya akan datang. Dengan penuh rasa bahagia Maryam tak bisa berkata-kata lagi.
            
Namun apa daya saat sampai di tempat itu,apa yang ia lihat tidak seperti yang ia bayangkan. Terasa hatinya dipenuhi rasa kekecewaan yang mendalam “ Astaga ini apaan sih ya gusti...”. Teman Maryam lainnya hanya bengong melihat kenyataan yang terjadi pada mereka. “ Waduhhh..Ini sih bukan shownya SMASH,tapi ini shownya sepedah montor smash”. 

Maryam pun memukul jidatnya “ Dasar bodoh banget kita, dengan mudahnya kita percaya dengan omongan sella”. Akhirnya penyesalan dan kekecewaan yang ia rasakan saat itu. Tapi masalah yang terjadi bukan disitu saja, Maryam baru menyadari bahawa handphone yang ia bawa hilang. “Ada apa Mar,,,?” ujar Zahra. Dengan nada panik maryam menjawab “Hp ku dak ada iki”. “Lho kok bisa,emangnya tadi kamu taruh mana hpnya”. “Ya..aku taruh di kantong,apa mungkin hpku terjatuh di alun-alun tadi”.
            
Dinginya malam mulai datang, “Terus gimana ni Mar,kita cari dulu aja atau kamu hubungi nomer hp mu” Zahra menenangkan Maryam yang panik. “ Ini pakek hp ku aja kamu hafal kan nomer hp kamu?” Anna mengulurkan hp nya kepada Maryam. “Hemm...” jawab Maryam singkat. Namun hasilnya zonx, Maryam harus pulang ke rumah dengan rasa penuhke kecewaan.
            
Pagi yang begitu cerah, tapi kala itu tak secerah hati dan perasaan Maryam. Maryam merasakan penyesalan karena kejadian tadi malam.Hatinya saat ini bagaikan pecahan kaca yang berceceran. Entah mengapa ia begitu sangat kesal dan ingin marah. Disaat Maryam berjalan menuju kelas “ Hai uweslah jangan dipikirin wae kajadian tadi malam” ( Zahra menepuk pundak Maryam). Maryam pun terus berjalan tanpa menghiraukan Zahra.
            
Bel sekolah pun berbunyi “ Kring...kringgg....krinngg...” Semua murid masuk ke kelas. Saat semua teman Maryam masuk ke kelas ada salah satu temanya bertanya pada Maryam “Mar...tadi malam lihat  shownya sepedah motor SMASH tho...?” ( Dengan nada menyendir). Maryam hanya menjawab dengan senyuman. 

Dan beberapa teman Maryam pun menertawakan “Wk...wk..wkkkk”. Anna datang menghampiri “ Uweslah jangan begitu dong kalian”. “Iya..iya..kita hanya bercanda aja alias ingin mastiin kejadiannya gitu” Ujar Fathul. Maryam menjawab “ Dasar lho pada...namanya juga idola,awas aja kalau suatu hari aku bisa benar-benar ketemu mereka,lho pada bakal nyesel udah menertawakanku”. Suasana menjadi hening karena menyesal menertawakan Maryam samapi membuat Maryam meneteskan air mata.

            
Akhirnya pun Maryam mengiklaskan kejadian tadi malam yang ia alami. Ia menjadikan kejadian itu sebagai pengalaman berharga dalam hidupnya. Memang biasanya seorang fans rela melakukan apa saja demi untuk bertemu dengan sang idolanya.Begitu pun yang terjadi pada Maryam. 

Kini ia akan lebih hati-hati dalam menerima informasi dan ia akan memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi yang ia terima.Maryam tertawa bersama Anna dan Zahra “Ha..ha..ha..ha...kita ni aneh-aneh aja,masa kesana bukanya ketemu SMASH malah ketemu sepedah montor”. Mereka bertiga tertawa sambil berbaring di atas rumpu hijau sembari menikmati kesejukan angin siang hari di bawah pohon yang menari-nari terhembus semilir angin.

CERITA LUCU TERBARU TENTANG PENGALAMAN PRIBADI

Aku, Kau dan Setan Karya Mayank Putri Anjani

Ini kisah beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih sekecil upil dan saudara sepupu saya sudah segede pete. Kami berdua berkumpul dengan para komunitas anak-anak gaul pada jamannya untuk sekadar bercerita-cerita tentang hal-hal yang tidak terlalu penting untuk diceritakan. Bahasa kerennya mah gosip gitu.

Mulailah, percakapan antara mas-mas, dan saya di depan rumah dekat hutan bambu pada malam hari:

“he,nang kene loh, jere akeh setanne. Nuk greng kui loh”  Mas yogi, sepupuku, mulai bercerita. Dalam bahasa indonesia itu berarti “Hei, disini katanya banyak setan. Di hutan bambu itu loh”
            
“Loh iya? Mosok? Ga percaya aku” yang lain menyahuti.
            
“loh ya, dibilangin kok, disekitar sini itu banyak gituannya.” Mas yogi mulai meyakinkan.
            
Anak-anak lainnya mulai terdiam, termasuk aku yang notabene memang penakut.

“Mas loh, aku merinding ini. Masuk yuk” aku mengajak mas yogi masuk kerumah.
            
“ya wes, bentar ya, mau nganterin putri sebentar”

Aku dan Mas yogi segera masuk, tapi Mas Yogi segera menarikku masuk ke dalam kamar.
            
“Dek, tolong ambilin selimut putih dong, sekalian karet, ya”
            
“Loh, buat apa mas” tanyak bingung
            
“wes, to. Jupukno disik”dalam bahasa indonesia “sudahlah, ambilkan dulu”
            
Aku langsung mengambil pesanan Mas Yogi dan menuruti semua instruksinya. Ternyata ia ingin mengerjai teman-temannya dengan berdandan layaknya pocong. Dia keluar melalui pintu samping dan muncul seolah-olah dari dekat hutan bambu itu. Sedangkan aku sendiri hanya melihat dari kejauhan, karena memang aku sangat penakut.
            
Pada saat yang sama, mbak dina, teman sepermainanku berdiri disampingku. Dengan senyum tersungging di bibirnya, ia bertanya.
            
“Mas mu ngapain dek?”
            
“Entah,ngerjain anak-anak itu” jawabku enteng.
            
Mbak Dina tersenyum dan melangkah pergi.
            
Anak-anak resah menunggu Mas Yogi yang tak segera kembali ke luar. Tiba-tiba seonggok makhluk putih yang berbentuk seperti permen rasa susu melompat-lompat menuju kearah mereka. Sontak mereka berteriak dan lari kesegala penjuru.
            
“Ssee see SEETAAAAANN”
            
“POCONG !!!!”
            
Semua berteriak dan berlarian masuk ke rumah. Berpamitan padaku dan langsung pulang.
            
“Huaaahaaahaaa, salah sendiri dibilangin gak percaya” teriak Mas yogi yang masih memakai kostum pocongnya.
            
Namun, muncul sesosok gadis berambut panjang dan berbaju putih dibelakang Mas Yogi, rambutnya yang panjang menjuntai kedepan, ia hanya diam menatap Mas Yogi yang masih saja tertawa.
            
“Dek, lihat mereka, lucu ya? Hahaha” Mas Yogi masih saja tertawa, sedang aku terdiam dan menunjuk-nunjuk sesuatu di belakangnya.
            
“opo, to?” tanyanya bingung
            
Perlahan ia menoleh ke belakang dan akhirnya dia melihat seorang gadis berambut indah terdiam di depan matanya.
            
“nduk, kkowe kkok gak ngomoong lek ono mbak Kun to!!”  dia berbicara terbata-bata yang dalam bahasa indonesia berarti “Nduk,kamu kok gak bilang kalau ada mbak kun sih?”
            

Dia langsung melompat sekuat tenaga menuju kerumah, sedangkan Mbak Kun masih terdiam menunggu Mas Yogi masuk ke dalam rumah.
            
Aku yang masih terdiam, bingung dengan kemunculan Mbak Kun seakan ingin membalas dendam karena Mas Yogi telah mempermainkan kesetanannya. Dengan wajah masih shock, aku masih tetap menatap Mbak Kun yang saat ini menyibakkan rambutnya ke belakang, menatapku tersenyum, lalu pergi masuk ke dalam hutan bambu kembali.
            
“Loh, Bentar, tadi kan Mbak Dina, terus? Tadi? Yang ngomong sama aku? Itu? HUAAAAA MAS YOGI !!!! HUAAAAAA”

CERPEN LUCU PENGALAMAN PRIBADI BARU

Cewek Pelupa

Lupa adalah salah satu sifat yang lumrah yang biasa dialami oleh seseorang. Namun bagi mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Solo ini, lupa sudah menjadi “penyakit kronis” yang harus segera disembuhkan. Nama sesungguhnya Sinta tapi penulis samarkan menjadi Senti supaya tidak ketahuan (loh sama aja ya). 

Kebiasaan lupa Sinta ini sudah diketahui oleh seluruh penghuni indekos, mulai dari lupa mematikan kran kamar mandi, lupa membawa handuk saat mandi, lupa mematikan lampu kamar ketika ditinggal pergi, lupa menjemur pakaian, lebih parah lagi dia pernah lupa masih memakai sandal jepit ke kampus. Untungnya, dia tidak pernah lupa bernafas, bisa berabe urusannya kalau sampai lupa.

Pernah suatu ketika Sinta diberi film lama yang terkenal di Korea beberapa waktu lalu berjudul “Moment Two Remember” yang mengisahkan tentang kebiasaan lupa seseorang yang ternyata adalah sebuah penyakit Alzheimer. Namun lupa yang dialami Sinta ini berbeda, dia lupa hanya karena dia tidak suka mengingat-ingat hal-hal yang menurutnya tidak penting.

Nah, lupa yang dialami kali ini benar-benar parah karena dia sudah membuat geger seluruh kelas bahkan dosen dan security di kampusnya. Kisah ini berawal ketika satu kelas hendak mengadakan kunjungan ke Musium Radya Pustaka di Solo.

“Ren, kamu bonceng aku aja. Aku kalau motoran sendiri rasanya gimana gitu ren.” ujar Sinta kepada salah seorang teman kelasnya.

Reni pun mengangguk setuju. Mereka berdua menuju tempat parkir, namun alangkah terkejutnya ketika sepeda motor milik Sinta tak ada di tempat. Sinta pun panik, dia pun memutuskan bertanya kepada salah seorang mahasiswa yang tengah mengambi motor di parkir motor tersebut.

“Mas lihat motor beat hitam nggak disini?.” tanya Sinta dengan nada panik.

“Nggak mbak, motorku tadinya disana mbak.” ujar mahasiswa tersebut sambil menunjuk pojok tempat parkir.

“Tapi dipindah sama security nya kesini. Mungkin tujuannya dirapikan kali ya mbak, coba dicari dulu mbak siapa tahu dipindah kayak punyaku.” terang mahasiswa tersebut.

Sinta pun sedikit mempunyai titik terang, dia menuliskan plat nomor sesuai yang tertera di STNK nya kemudian diberikan kepada Reni.

Sementara itu, rombongan teman-temans sekelas beserta dosennya yang sudah menunggu mulai bertanya-tanya keberadaan Sinta dan Reni. Ade, selaku ketua rombongan pun akhirnya mencoba mengirimkan BBM kepada Sinta. Sebelum mengirimkan BBM, Ade pun sempat membaca PM (personal message) yang barusaja di update Sinta.

“Siapa aja yang ngambil motor gue, please balikin, itu motor babe belum lunas.” Begitu bunyi pm milik Sinta, tidak lupa dengan emoticon menangis di belakangnya. Yap, Sinta adalah tipe cewek yang sangat aktif di media sosial. Kadang-kadang, saat dia lapar bukannya dia pergi ke warung makan, justru dia akan menulis di akun facebook, instagram dan media sosial lain bahwa dia sedang lapar.

Mengetahui PM tersebut, ketua rombongan memberitahu kepada dosen. Akhirnya diputuskan beberapa dari mereka tetap tinggal termasuk dosen untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi Sinta, sebagian yang lain melanjutkan perjalanan ke museum.

“Terakhir tadi kamu parkir dimana?” tanya security kepada Sinta.

“Iya disini Pak, saya nggak mungkin lupa.” tegas Sinta dengan wajah meyakinkan.

“Nggak kamu tinggal di kos?” tanya security itu lagi.

“Nggak Pak, ya ampun. Ini STNK saya pak, coba bapak lihat.”

Sinta pun menyerahkan STNK nya, kemudian mereka berbagi tugas untuk mencari motor Sinta yang tidak ada di tempat. Bahkan dosen Sinta menghubungi pihak keamanan kampus untuk mengecek cctv. Maklum, beberapa hari yang lalu memang terjadi pencurian sepeda motor sehingga membuat parno beberapa mahasiswa termasuk Sinta.

Di tengah kepanikannya, Sinta mendapatkan telvon dari ayahnya. Sinta sempat berpikir mungkin ayahnya yang sedang di rumah mendapat firasat buruk tentang dirinya karena mereka berdua biasanya mempunyai semacam ikatan batin. Mungkin kedengarannya sedikit berlebihan, ya memang.  

“Asslamualaikum Sin,” ucap Ayahnya datar.

“Wa’alaikumsalam. Yah, Sinta minta maaf yah. Jangan marah sama Sinta ya Yah.” jawab Sinta dilanjutkan dengan ocehannya yang terdengar panik.

“Minta maaf apa Sin?” tanya Ayahnya bingung.

“Yah, motor Sinta ilang.” kata Sinta, pelan, pelan sekali.

“Motor apa?” Ayahnya malah balas menanyai Sinta.

“Motor apa? Kayak motor Sinta banyak aja Yah, motor Sinta kan Cuma 1. Beat hitam.” ujar Sinta sedikit kesal.

“Lha wong motornya kan kamu tinggal di rumah, mau dipajekin dulu. Makanya ini Ayah telvon kenapa STNK nya  malah ada sama kamu, nggak kamu tinggal dirumah.” jelas Ayahnya

“Astagghfirullohal’adzim” ujar Sinta sambil menepuk jidatnya.


Ternyata Sinta benar-benar lupa. Memang tadi pagi dia benar-benar memarkir motornya di tempat tersebut namun dia lupa kalau tadi pagi dia nebeng motor teman kosnya yang kuliah di kampus yang sama. Di satu sisi Sinta malu karena sudah membuat bingung banyak orang, dia hanya bisa senyum-senyum sambil cepat-cepat bergegas pergi setiap bertemu orang-orang yang tahu kejadian siang itu. 

Namun di sisi lain Sinta sangat bersyukur karena ternyata motornya yang masih kridit itu tidak hilang. Sampai saat ini banyak yang menjulukinya celup atau cewek pelupa, dan meskipun begitu Sinta tetap enjoy dan tidak merasa keberatan. Yah, memang seperti itulah Sinta.

Cerpen Paling Lucu Terbaru Karya Sendiri

Cinta, tema setral yang tak ada habisnya untuk dibahas. Khususunya dikalangan kaum remaja. Begitu juga dengan lelaki tampan yang biasa disapa Revan. Hal ini terjadi ketika ia berada di sekolah barunya.Hari pertama ketika ia masuk sangat menyenangkan karena ia dapat mengenal  banyak teman baru. Revan termasuk remaja laki- laki yang pandai, aktif dan sopan. 

Namun dibalik sikap yang tak banyak dimiliki ramaja laki – laki lain. Ia memiliki sifat sangat pemalu, terutama pada lawan jenisnya, hingga suatu saat ketika ia duduk di pinggir taman sekolah ia melihat seorang perempuan cantik yang sedang duduk di kursi taman bersama teman – temanya. Pandangan mata Revan tak berkedip ketika ia melihat perempuan  cantik itu. Rasa ingin tahu Revan untuk menegenal Perempuan tersebut sangat kuat. Hinggga bel berbunyi yang merusak lamunannya. Hingga ketika waktu pulang ia bermaksud untuk menunggu cewek cantik itu didepan gerbang.

*****

Rasa ingin tahunya pun terjawab setelah ia mengetahui nama cewek cantik tersebut. Tak biasanya ia merasa sangat berani untuk berkenalan dengan cewek yang belum pernah ia kenal. Hari – haripun berlalu ia pun mulai mencari tahu banyak tentang Kayla cewek cantik yang telah menarik hatinya untuk mengenal lebih jauh. Dengan tiap harinya ia menitipkan bunga mawar yang ia titipkan melalui penjaga pos satpam yang sudah kenal Kayla. 

Setiap hari Revan selalu mampir ke pos satpam untuk menitipkan  bunga mawar, terkadang ia juga menuliskan secarik kertas yang berisi puisi indah yang menggambarkan perasaannya kepada Kayla. Namun, suatu waktu Kayla pun merasa sangat heran serta ingin tahu siapa gerangan yang mengirim bunga serta puisi yang setiap hari tak henti absen dari pos satpam yang selalu disampainkan kepadanya. Hingga ia pun bertanya kepada petugas satpam.
            
Petugas satpam pun juga tak mau menjawab pertanyaan heran Kayla.Lalu tanpa sengaja ia menabrak seorang, ternyata ia adalah Revan ..!!! Laki – laki tampan yang telah setiap hari memberinya bunga serta puisi indah padanya. “ Maaf...Maaf.. Aku gak liat Jalan...!!! “ kata Kayla sambil Mengambil barangnya yang jatuh. “ Iya gak papa kok, Hati – hati aja kalo jalan “ sapa Revan sambil melihat barang yang dipegang Kayla, ternyata adalah bunga serta puisi yang selama ini ia beri untuknya, talah berada ditangan sang Bidadari Indah yang selama ini telah mewarnai harinya, yang tanpa Kayla Tahu. Revan pun memberanikan diri untuk bertanya.
            
*****

Hingga satu waktu Revan memberanikan diri untuk menulis puisi yang kertasnya disisipkan kata untuk mengajak Kayla bertemu di suatu taman yang tak jauh dari sekolah mereka. Jam pulang pun tiba, namun ketika ia sampai di dekat pos satpam ia melihat Kayla mnerima barang yang ia titipkan, namun disampingnya berdiri seorang laki – laki yang ternyata adalah kawan sebelah kelasnya. Hatinya pun merasa kecewa, putus asa yang sekarang ia rasa. 

Namun di lain tempat Kayla telah membaca surat yang dikirim Revan dan datang menuju taman yang tak jauh dari sekolahnya. Revan pun bergegas dengan cepat menuju taman. Lalu ia duduk dikursi taman sambil menulis puisi perasaan hatinya. Tanpa ia sadari dari jauh seorang cewek datang.

Tanpa Kayla sadari laki –laki yang ia cari adalah Revan, yang sedang duduk didepannya. Namun setelah Kayla bercerita tentang kedatanganya kemari untuk menemui orang yang telah memberinya hadiah setiap hari, keberanian Revan pun hilang karena Kayla datang  bersma laki – laki lain yang masih satu sekolah dengan mereka. Revan pun memutuskan untuk pergi meningggalkan mereka dan bersikap seolah – seolah tak mengerti apa yang sedang Kayla cari.

*****
            
Hingga suatu malam Revan memutuskan untuk pergi ketaman, hatinya merasa bahwa ada suatu hal yang menggerakkan hatinya untuk pergi ketempat itu. Dengan membawa sebuah gitar, dan duduk dikursi taman ia pun bernyanyi bersama indahnya malam. Ia meluapkan semua rasa penyesalannya karena ia tak mampu mengatakan apa yang ada dalam hatinya kepada sang bidadari hatinya. 

Namun , dilain tempat Kayla pun merasa ingin sekali untuk pergi ke suatu tempat yang dapat menjawab segala pertanyaan hati sekarang yang sangat meluap – luap karena, hatinya kini benar –benar ingin menegetahui siapa laki – laki yang membuat bara cinta dihatinya kini terbakar. Hingga langkah kakinya pun melangkah menuju taman. Dan ternyata ia menemukan seorang laki – laki yang membuatnya ingin mendekatinya, dan ternyata ia adalah Revan yang sedang bernyanyi. Mereka berdua pun termenung dalam sunyi. 

Revan pun terkejut, karena Kayla bertanya padanya tentang kedatangan banyak bunga setiap harinya. ia pun berfikir bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk mengatakan semua yang terjadi selama ini, yang ia sembunyikan sendiri. Ia pun menata hatinya dan memberanikan diri untuk mengatakan semua perasaannya.

“Kalau seandainya, kamu bertemu sama laki – laki itu apa yang mau kamu katakan , Kay.. ??”

“ dan kalau laki – laki iti sekarang ada di smaping kamu apa yang kamu lakuin,,???

“ aku mau ngomong yang sejujurnya Van, aku mau nyatain apa yang terjadi setelah surat dan bunga – bunga ini datang ke tangan ku,..!!

“ Dan kalau laki – laki itu,, AKU...??? “

Semuanya pun terdiam, tertunduk dalam satu perasaan yang sama, tanpa Kayla sadari , ketika ia mengatakan itu, ia membuat Revan mnitihkan air mata dalam tunduknya.        “ maaf Van, bukan maksud ku untuk apa –apa, tak sejujurnya aku memang suka dan jatuh cinta sama semua hal yang udah kamu curahkan lewat surat ini.” 

Mulut Kayla berkata pada Revan dengan nada yang sedih. “ Dan sekarang bolah, kan kay kalau aku menyatakan langsung semua perasaan ku yang selama ini hanya kau tau lewat surat ini “ Revan memegang tangan Kayla. “ aku , sudah tau Van,, Aku merasakan apa yang kamu rasakan sekarang.. maaf kalo selama ini aku tak tahu tentang ini semua, dan aku merasa bersalah, karena membuatmu kecewa”.

            
Akhirnya mereka pun menyatakan semua apa yang selama ini mereka sembunyikan terutama Revan yang  selama ini menyembunyikan perasaanya dalam diam. Setelah saling tahu tentang perasaan hati masing – masing mereka memutuskan untuk, mengikat hubungan mereka lebih dekat. 

Malam iu pun menjadi malam yang mengejutkan sekaligus membahagiakan bagi Revan dan Kayla. Surat dan bunga misterius yang selama ini meneror hati  Kayla pun terungkap. Dan Cinta antara keduanya pun terus berlangsung hingga jenjang yang serius. Dan menjadi Kenangan cinta terindah dalam hidup mereka.

Nisa’ul Afiah Septiana

CERITA LUCU TEMA PENGALAMAN PRIBADI TERBARU

My First Love 
Karya  Asep Rian Maulana

Mimin melangkahkan kakinya dengan perlahan. tubuhnya gemetar dan diiringi oleh detakan jantungnya yang terus berdetak kencang. ia masih menggunakan seragam sma nya dengan rok abu-abunya yang panjang. Sudah beberapa kali ia mengusap wajahnya yang penuh dengan keringat. Tetapi ia tetap berjalan menuju kepada seseorang. dengan perasaan yang pasti,dan ia hanya butuh sebuah jawaban dari seseorang. untuk memulai atau mengakhiri perasaannya. Kepada seseorang yang ia cintai,seseorang yang menjadi first love nya sejak dulu.


Tinggal beberapa langkah lagi,ia sudah ada dibelakang pria remaja berjaket merah itu. Rindangnya pohon membuat sinar mentari tak menyinari mereka berdua,bayangannya bersembunyi entah kemana. daun daun kering berterbangan dan mampir ke sebuah topi merah yang terpakai di rambut hitam. Ia mengambilnya dan kedua matanya yang coklat menatap daun kering itu,sebuah ketenangan yang berhasil ia dapatkan.

" Ma-maman..." Mimin berusaha memanggilnya meskipun suaranya sulit dikeluarkan karena rasa gugupnya.

" Mimin ?." Dia menoleh kebelakang,melihat gadis cantik berambut panjang itu.

" Ma-Maman...aku...aku.." Dia berusaha menahan rasa gugupnya dan mengumpulkan sejuta keberanian pada dirinya.

" Ada apa min ? Apa kau ingin membicarakan soal karedok yang kemarin kau kirim kepadaku?, sudah aku terima kok." Senyuman manis darinya membuat Mimin semakin siap mengutarakan perasaanya.

" Bukan itu...Aku...Aku ingin mengucapkan sesuatu kepadamu.." Mimin menegakan tubuhnya,kedua matanya yang menatap Maman dengan pasti.

" Apa itu ?." Satu alisnya ia naikan keatas,tanda ia penasaran.

" Aku mencintaimu !!." Dua kata itu menggelegar di dua hati.

" Ehhh ? kau pasti sedang bercanda bukan...Kau...Mimin ??.." Maman melihat air mata Mimin sudah membasahi kedua pipinya,tanda bahwa itu adalah keseriusan.

Bagaikan halilintar yang langsung menyambar hati Maman,ia tak percaya apa yang baru saja gadis itu ucapkan. ia tak tahu harus mengucapkan apa,hatinya bingung dan panik. Mimin mempersiapkan hatinya untuk jawaban yang akan diberikan kepadanya.

" Mimin...Aku.......Aku menghargai perasaanmu. Tapi aku..." Maman menggaruk kepalanya yang tak gatal.

" Apa kamu menerimaku ?." Mimin mengusap air mata dan siap dengan jawaban Maman.

" Aku tak bisa menerimamu...."

Empat kata yang keluar dari pita suara Maman sukses memecut hati gadis itu. Ia begitu tak percaya kalau orang yang paling ia sayangi akan mengatakan itu kepada dirinya. Kepalanya ia tundukan dan tak terima dengan jawaban itu.

" Ke-kenapa ?." Mimin mengeluarkan suaranya yang terdengar menahan tangisan.

" karena aku sudah memilih seorang gadis....Seorang gadis yang sudah aku cintai sejak dulu..." Maman mengalihkan pandangannya.

Ia tak berani melihat wajah Mimin yang menahan tangisannya,sungguh benar-benar tidak sanggup.

" Siapa ? Siapa gadis itu ?."

" Nenekmu...."

Krik....krik....krik...krik....

" NENEK!!!!! kenapa kau merebut gebetanku lagi!!!!!..."

-End-