Loading...

Kumpulan Peribahasa Indonesia beserta Arti dan Ilustrasinya TERBARU 2016

PERIBAHASA:



1.       Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
2.       Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Atau Seekor kerbau berkubang, semua kena lumpurnya.
3.       Seperti ilmu padi semakin berisi semakin merunduk
4.       Besar pasak daripada tiang.
5.       Sambil menyelam minum air. Atau Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
6.       Air beriak tanda tak dalam
7.       Air tenang menghanyutkan
8.       Air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga. Atau Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya
9.       Bagai langit dan bumi
10.    Gulung Tikar
11.    Kura-kra dalam perahu
12.    Banyak makan asam garam
13.    Air tenang menghanyutkan
14.    Ada udang dibalik batu
15.    Bagai pungguk merindukan bulan
16.    Seperti anjing dan kucing. Atau Bagai minyak dan air
17.    Kacang lupa akan kulitnya
18.    Jauh di mata dekat di hati


 ILUSTRASI:

1.  Sebentar lagi ujian nasional akan dilangsungkan. Salman sangat giat dalam belajar. Sepulang sekolah, Salman selalu mengerjakan latihan soal. Tidak lupa mengulang lagi materi yang dikerjakan di sekolah. Setiap sore hari dan malam hari, Salman belajar dengan dibimbing oleh kakaknya. Salman juga tidak lupa untuk berdoa dan beribadah kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar ia lulus UN dan masuk SMP negeri favorit. Akhirnya semua usahanya tidak sia-sia. Dia lulus dengan hasil terbaik dan masuk SMP favorit. 

2.  Ketika Pak Guru masuk kelas, beliau langsung marah karena melihat salah satu meja di kelas penuh dengan coretan. Yang membuat coretan itu adalah si Ucok, tetapi seluruh siswa dimarahi.

3.  Ilham adalah seorang anak yang pandai. Peringkat satu selalu ia dapatkan. Berbagai lomba sering ia ikuti dan ia juara. Meskipun pandai dan dilahirkan dari keluarga kaya, tetapi Ilham tidak sombong.


4.  Bonar duduk di kelas 6. Ia selalu ingin membelu aneka mainan di sekolahnya. Karena uangnya tidak cukup, ia sering meminjam uang kepada temannya. Setiap hari ia diberi uang Rp4.000,00 oleh ibunya sedangkan harga mainan yang ia beli adalah Rp8.000,00.

5.  Ratih setiap pergi ke sekolah selalu membawa makanan kecil buatan ibunya untuk dijual lagi. Selain ia jual sendiri, ia juga menitipkan dagangannya ke kantin sekolah. Jadi, selain mendapat ilmu ia juga mendapat uang sendiri.

6.  Iwan anak yang kurang disukai teman-temannya sekelas. Iwan selalu menyombongkan akan kemampuannya bermain bola basket. Pada saat pertandingan antar kelas, ketua kelas memasang Iwan dalam tim basket kelasnya. Ternyata Iwan membawa bola pun tak bisa.

7.  Agung adalah temanku, ia orangnya pendiam tapi sangat baik terhadap teman-temannya, ia juga mau membantu teman-temannya yang kesulitan dalam belajar, ia memang anak yang pandai, walaupun pandai ia tidak sombong bahkan selalu merendah.

8.  Arda sangat pandai bermain catur. Teman-temannya tidak ada yang bisa mengalahkan Arda dalam bermain catur. Arda pandai bermain catur karena diajari orang tuanya. Orang tua Arda dulu juga menjadi juara permainan catur nasional.

9.  Ibu yati mempunyai 2 anak, yaitu Harun dan Faris. Harun berbeda dengan Faris. Harus malas belajar dan lebih banyak bermain. Lain halnya dengan Faris. Ia rajin belajar dan sering membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu dan mengelap kaca.

10.         Tahun lalu, Paman Tono mendirikan sebuah percetakan. Beberapa bulan kemudian, dia ditipu teman bisnisnya. Uang Paman Tono dibawa kabur temannya sebanyak 200 juta rupiah. Tak hanya itu, beberapa hari setelahnya, percetakan Paman Tono kebakaran.Peristiwa ini menyebabkan Paman Tono mengalami kerugian ratusan juta. Akhirnya, terpaksa usaha percetakan tersebut dihentikan. (Ungkapan)

11.         Budi mempunyai kesalahan yaitu menyimpan buku temannya tanpa sepengetahuan temannya. Tetapi ketika ditanya Budi pura-pura tidak tahu. Teman-temanBudi berkata kalau Budi yang menyembunyikan buku itu. Buku pun ditemukan di laci Budi.

12.         Guruku bernama ibu Rina. Beliau berprofesi sebagai guru sudah 36 tahun. Beliau pun sudah pernah mengajar di berbagai sekolah dari pelosok pedalaman sampai sekolah terkenal di kota. Berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengajar pernah dialaminya. Pengalaman itu membuatnya mengajar dengan baik.

13.         Farid adalah siswa kelas 6. Ia adalah anak yang pendiam. Walau demikian, ternyata ia adalah anak yang pintar dan banyak ilmu pengetahuan. Karena dia pintar, dia memiliki banyak teman.

14.         Abel suka membantu temannya. Ternyata setiap ia membantu temannya, ia mengharapkan sesuatu, yaitu imbalan dari temannya. Sikap tersebut tidak baik untuk dicontoh.

15.         Tina sangat suka berhayal. Dia berhayal ingin sekali bisa terbang layaknya burung-burung. Jika bisa terbang, dia ingin setiap hari jalan-jalan tanpa harus lelah berjalan.

16.         Cahya dan Ahmad sering bertengkar. Tak jarang pula mereka berkelahi karena hal sepele. Di sekolah, mereka sering dipanggil menghadap kepala sekolah karena ulahnya. Walau demikian, sampai sekarang mereka tetap bermusuhan dan tak pernah berdamai.

17.         Ana adalah orang yang sederhana. Ia bercita-cita ingin menjadi orang yang sukses. Agar tercapai, dia tekun belajar. Saat dewasa, ana merantau ke kota dan berpamitan kepada ibunya. Saat kembali ana menjadi sombong karena kesuksesannya. Dia lupa dengan jasa orang-orang yang telah mendukungnya.

18.         Sudah dua tahun ardi tidak bertemu dengan kakaknya. Kakaknya kuliah di Bandung sedangkan Ardi di Medan. Biasanya Ardi selalu bermain dengan kakaknya. Ia sangat merindukan kakaknya. Ia terus berkomunikasi dengan kakaknya melalui telepon. Jarak yang jauh tidak membuat keduanya lupa dan jarang berkomunikasi.
-
Loading...