Mini Website sebagai Sarana Berbagi Pengetahuan

CONTOH SOAL mengaitkan isi dengan kehidupan saat ini UN SMA

.
.
Loading...
Guruberbahasa.com

1. Perhatikan kutipan novel berikut ini!
Sudah tiga kali Minggu ini Mak Cik datang meminjam beras. Keluarga kami memang miskin tapi Mak Cik lebih tak beruntung. la tak berdaya karena tak lagi dipedulikan suaminya, antara lain karena ia hanya bisa melahirkan anak-anak perempuan itu.

Ibuku memberi isyarat dan Arai melesat ke gudang peregasan. Ia memasukkan beberapa takar beras ke dalam karung, kembali ke pekarangan, memberikan karung beras itu kepada ibuku yang kemudian
melungsurkannya kepada Mak Cik.

"Ambillah...."

Mak Cik menerimanya dengan canggung dan berat hati. Aku tak sampai hati melihatnya. la berkata terbata-bata, "Tak 'kan mampu kami menggantinya, Kak...."

Lalu Mak Cik menatap Nurmi. Wajahnya menanggungkan perasaan tak sampai hati namun beliau benar-benar tak punya pilihan lain.

"Hanya biola ini milik kami yang masih berharga," ucapnya pedih. Nurmi memeluk biolanya kuat-kuat. Air matanya mengalir. la tak rela melepaskan biola itu.

"Nurmi.../' panggil ibunya.
Nurmi berupaya keras menguat-nguatkan dirinya. la mendekati ibuku. Langkahnya terseret-seret untuk menyerahkan koper biolanya. Air  matanya berurai-urai. Ibuku tersenyum memandangi Nurmi.

"Jangan sekali-kali kaupisahkan Nurmi dari biola ini, Maryamah. Kalau berasmu habis, datang lagi ke sini."  (Andrea Hirata, Sang Pemimpi)

Nilai moral yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah....
A. Menolong dengan ikhlas orang yang membutuhkan bantuan.
B. mempunyai simpanan makanan untuk dibagikan kepada tetangga.
C. melakukan kewajiban memperhatikan kondisi warga sekitar.
D. mengorbankan semua miliknya demi anak-anaknya.
E. berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan nafkah.

JAWABAN: A

2. Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Selama sang raja pergi, para puteri semakin nakal dan malas. Mereka sering membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Karena sibuk menuruti permintaan para puteri yang rewel itu, pelayan tak sempat membersihkan taman istana. Puteri Kuning sangat sedih melihatnya karena taman adalah tempat kesayangan ayahnya. Tanpa ragu, Puteri Kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu. Daun-daun kering dirontokkannya, rumput liar dicabutnya, dan dahan-dahan pohon dipangkasnya hingga rapi. Semula inang pengasuh melarangnya, namun Puteri Kuning tetap berkeras mengerjakannya.

Kakak-kakak Puteri Kuning yang melihat adiknya menyapu, tertawa keras-keras. "Lihat tampaknya kita punya pelayan baru,"kata seorang diantaranya. "Hai pelayan! Masih ada kotoran nih!" ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Taman istana yang sudah rapi, kembali acak-acakan. Puteri Kuning diam saja dan menyapu sampah-sampah itu. Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang sampai Puteri Kuning kelelahan. Dalam hati ia bisa merasakan penderitaan para pelayan yang dipaksa mematuhi berbagai perintah kakak-kakaknya. 


Nilai dalam cerita rakyat tersebutyangs sesuai dengan kehidupan saat ini adalah....
A. menghormati kedua orangtua
B. mendengarkan nasihat orangtua
C. tidak semena-mena kepada orang lain
D. bertindak sesuka hati kepada orang lain
E. tidak mencampuri urusan orang lain
Loading...
Back To Top