Iklan
Home » » Pengertian dan Contoh-Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Pengertian dan Contoh-Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Written By Mohammad Ridwan on 17 Mar 2016 | 14:32

KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT (KMB)


Kalimat Majemuk Bertingkat atau kalimat kompleks disebut juga kalimat subordinatif, yaitu kalimat tunggal yang salah satu jabatannya (pola kalimatnya) diperluas membentuk kalimat baru.

Dalam kalimat majemuk bertingkat,  mengenal:

a. Induk Kalimat (IK)
Induk Kalimat adalah jabatan (pola kalimat) yang bersifat tetap atau tidak mengalami perubahan.

b. Anak Kalimat (AK)
Anak kalimat adalah jabatan kalimat yang diperluas membentuk kalimat baru. Anak kalimat ditandai pemakaian kata penghubung (konjungsi) dan bila letaknya mendahului kalimat, biasanya dipisah dengan tanda baca koma.

CONTOH-CONTOH:

1. KMB Perluasan Subjek
KMB perluasan subjek umumnya ditandai dengan konjungsi yang atau bahwa.
Contoh:
Orang yang merampok bank itu, telah ditangkap polisi.
                     S                                    P            O2
Subjek pada kalimat di atas masih bisa diperluas menjadi:
Orang yang merampok bank itu
    S                     P         O1

Karena subjeknya dapat diperluas, maka disebut KMB Perluasan subjek.
Kalau kita jabarkan, Pola sebenarnya adalah:
Orang yang merampok bank itu, telah ditangkap polisi.
    S               P              O1                  P           O2

BACA JUGA: CONTOH KALIMAT MAJEMUK SETARA

2. KMB Perluasan Predikat
Umumnya ditandai dengan konjungsi yang.

Contoh:
Ayahnya dokter yang memimpin rumah sakit itu.
     S                              P               O1
Predikat pada kalimat di atas masih bisa diperluas menjadi:
Dokter yang memimpin
     S                  P
Kalau kita jabarkan, maka polanya:
Ayahnya dokter yang memimpin rumah sakit itu.
     S         S                      P             O1


3. KMB Perluasan Objek
Umumnya ditandai dengan konjungsi yang atau bahwa.

Contoh:
Aku akan membeli mobil yang merah itu.
   S            P                     O1
Objek pada kalimat di atas bisa diperluas menjadi:
Mobil yang merah itu.
   S                P
Kalau kita jabarkan, maka polanya:
Aku akan membeli mobil yang merah itu.
   S            P          S                  P


4. KMB Perluasan Keterangan
Keterangan dapat berupa keterangan tempat, waktu, tujuan, sebab akibat, syarat, dan pertentangan.
Umumnya ditandai dengan konjungsi:  Ketika, saat, setelah, sebelum, agar, supaya, sehingga, karena, sebab, andai, jika, kalau, bila, walaupun, meskipun, biarpun.

Contoh 1:
Ketika aku belajar, adikku membantu ibu.
             Kw.            S          P           O1
Keterangan waktu pada kalimat di atas dapat dipeluas menjadi:
Ketika aku belajar
             S      P
Kalau kita jabarkan, maka polanya adalah:
Ketika aku belajar, adikku membantu ibu.
              S     P          S         P         O1

Contoh 2:
Saya bekerja supaya bisa membahagiakan adik-adkikku.

   S       P                                 Ktuj.
Keterangan Tujuan di atas dapat diperluas menjadi:
Supaya bisa membahagiakan adik-adikku.
                              P                O1
Kalau dijabarkan, maka polanya:
Saya bekerja supaya bisa membahagiakan adik-adkikku.
   S       P                                  P                 O1
Author Image

About Author

LIHAT ABOUT DI ATAS

KATEGORI Kalimat Majemuk JUDUL Download Pengertian dan Contoh-Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://www.guruberbahasa.com/2016/03/pengertian-dan-contoh-contoh-kalimat.html. Jangan Lupa Bagikan Pengertian dan Contoh-Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat ke teman-teman kalian , Terima Kasih!

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Tulis KOMENTAR yang tidak mengandung SARA DAN P*RN*GRAFI.