Pengertian dan Contoh Singkat Biografi Archimedes

-->
Guruberbahasa.com- Pengertian dan Contoh Singkat Biografi Archimedes
 

PENGERTIAN BIOGRAFI


Untuk mengenal dan mengetahui lebih jauh tentang seorang tokoh mengenai liku-liku hidupnya sampai mencapai suatu kesuksesan terungkap dalam biografinya. Biografi menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia  berarti riwayat hidup; buku yang menguraikan riwayat hidup seorang tokoh. Jadi, biografi atau buku riwayat hidup seseorang tokoh itu berisi antara lain identitas tokoh sejak kecil sampai tua, bahkan sampai meninggal, jasa-jasanya, buah karya, dan segala yang dihasilkan akan dijelaskan di dalam buku buku ini.

Biografi umumnya ditulis oleh orang lain, bukan oleh orang yang bersangkutan. Istilah lain untuk biografi yang ditulis oleh orang yang bersangkutan adalah autobiografi. Membaca biografi seorang tokoh, kiranya tidak sekedar mengetahui namanya saja, namun harus lebih jauh dari itu.

Dari bacaan biografi, banyak hal yang dapat ditemukan seperti: 
 
a. dunia sekeliling tokoh;
b. di mana tokoh dilahirkan, hidup, tumbuh, dan berkembang ;
c. pendidikan yang dilalui tokoh,
d. kendala-kendala yang dihadapi tokoh dalam memperoleh sesuatu;
e. kelebihan-kelebihan yang dimiliki dalam mencapai sukses dibandingkan orang lain;
f. penemuan-penemuan yang dihasilkan bermanfaat buat manusia dan dunia;
g. dan informasi lain tentang tokoh.

Ketika membaca biografi, selain memperoleh gambaran tentang tokoh dan keunikannya, Anda juga dapat meneladani kemauan yang sungguh-sungguh, tekad yang bulat, kerja keras tidak mengenal lelah, tidak pantang menyerah, dan sikap serta sifat  positif tokoh.
 

CONTOH BIOGRAFI


Archimedes
 
Archimedes adalah ilmuwan terbesar sebelum Newton. Ia adalah ahli matematika Yunani (terutama geometri), ahli fisika (terutama mekanika, statika, dan hidro statika), ahli optika, ahli astronomi, warga negara Sisilia, pengarang, dan penemu. Ia mendapat julukan bapak IPA eksperimental kerena mendasarkan penemuannya pada eksperimen. Kebenaran penemuan-penemuannya telah ia buktikan dengan eksperimen.
 
Archimedes menemukan hukum tuas (pengungkit) dan katrol (derek), hukum Archimedes, ulir Archimedes, spiral Archimedes (bukan spiral KB), kaca pembakar, pelempar batu karang, model orbit bintang, cara mengukur lingkaran, cara menghitung jumlah pasir di seluruh angkasa dan mencantumkannya dalam bilangan. Ia mengarang 20 jilid buku, antara lain berjudul  Tentang Elips dan Silinder, Cara Mengukur Lingkaran, Penghitung Pasir, Tentang Benda Terapung, Cara Membuat Elips, Tentang Pusat Gaya Berat, dan sebagainya.
 
Archimedes lahir di kota Sirakusa di Pulau Sisilia, sebelah selatan italia, pada tahun 287 SM. Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Kemudian ia kembali ke Mesir. Ayahnya ahli bintang. Namanya Phidias. Pada waktu itu yang jadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Pada suatu hari Hieron II menyuruh seorang pandai emas membuat mahkota. Hieron merasa bahwa pandai besi emas itu curang. Mahkota itu tidak terbuat dari emas murni tapi dari campuran emas dan perak. Maka Hieron menyuruh Archimedes membuktikan kecurangan pandai emas itu.
 
Berhari-hari Archimedes berpikir keras. Ia tidak tahu cara membuktikan kecurangan pandai besi. Waktu itu belum ada alat elektronik yang dapat mendeteksi apakah sebuah benda terbuat dari emas murni atau emas campuran. Ketika kepala Archimedes terasa panas karena terlalu banyak berpikir, ia masuk ke tempat mandi umum. Ia membuka pakaian dan masuk ke bak mandi yang penuh dengan air. Tentu saja air di bak meluap dan tumpah ke lantai. Tiba-tiba ia bangkit dan lupa mengenakan pakaian, sambil telanjang bulat lari sepanjang jalan menuju rumahnya. Kepada istrinya ia berteriak, “ Eureka! Eureka!” artinya: “Sudah kutemukan! Sudah kutemukan!” Apa yang ia temukan? Ia menemukan hukum yang kemudian terkenal dengan nama hukum Archimedes, yang bunyinya: “Sebuah benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mendapatkan gaya ke atas seberat zat cair yang didesak oleh benda itu.“ Dengan hukum itu ia bermaksud membuktikan kecurangan pandai emas.
 
Setiba di rumah, Archimedes menimbang emas murni seberat mahkota raja. Emas murni lalu dimasukkan ke dalam baskom yang penuh air. Air yang meluap ditampung dan ditimbangnya. Kemudian ia mencelupkan mahkota ke baskom kedua yang juga penuh air. Baskom pertama dan kedua sama besarnya. Ternyata air yang meluap dari baskom kedua lebih banyak daripada air yang meluap dari baskom pertama. Dari kejadian ini Archimedes tahu, bahwa mahkota raja tidak terbuat dari emas murni. Bahkan setelah ia mengadakan pembuktian selanjutnya, ia dapat tahu dengan tepat jumlah emas dan perak dalam mahkota itu. Bagaimana penjelasannya?
 
 
Ambil bola plasitik yang sebesar kepala. Kemudian ambillah batu yang seberat plastik itu. Ambillah dua ember yang sama besar dan telah disisi air dengan penuh. Kemudian celupkan batu itu ke dalam ember kedua dan bola plastik ke dalam ember pertama. Maka air yang tumpah dari ember pertama lebih banyak dari pada air yang tumpah dari ember kedua. Mengapa? Karena benda yang ringan (bola plastik, perak) mempunyai volume lebih besar daripada benda yang berat (batu emas). Demikian juga perak memindahkan air lebih banyak daripada emas.

0 Response to "Pengertian dan Contoh Singkat Biografi Archimedes"

Post a Comment

Silakan Tulis KOMENTAR yang tidak mengandung SARA DAN P*RN*GRAFI.