3 CONTOH KARANGAN EKSPOSISI TENTANG PENDIDIKAN (BARU)

-->
Guruberbahasa.com- CONTOH KARANGAN EKSPOSISI

CONTOH 1
MANFAAT KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Biasanya kegiatan ekstrakurikuler diadakan setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah selesai ataupun di hari-hari libur. Visi kegiatan ekstra kurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik  yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka. Menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengespresikan  diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.

Jenis-jenis kegiatan Ekstrakurikuler ada banyak sekali diantaranya:

a. Krida,meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA).
b. Karya Ilmiah,meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian.
c. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat olah raga, seni dan budaya, cinta alam, jurnaistik, teater, keagamaan.
d. Seminar, lokakarya, dan pameran/bazar, dengan  substansi antara lain karir, pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, seni  budaya.

Manfaat kegiatan Ekstrakurikuler itu banyak sekali. kita bisa mendapatkan aneka ilmu yang bermanfaat. Dalam setiap kegiatan ekstra kurikuler yang dipilih tentu ada dasar-dasar ilmunya. Sebut saja Fisika, matematika atau bahasa inggris dimana para siswa dapat mempelajari tata bahasanya secara baik dan benar. Bila kegiatan Ekstrakurikuler berada dibawah bimbingan guru yang tepat, kegiatan ekstra kurikuler bisa menjadi wadah yang tepat bagi para siswa dalam mengembangkan bakat dan kemampuannya, sebagai contoh membentuk band sekolah, dengan demikian bakat mereka tidak terpendam. Melalui ekskul para siswa bisa memupuk jiwa sportif dalam aneka perlombaan (misal: bola basket atau futsal)-baik yang digelar secara internal disekolah maupun eksternal dengan sekolah lain. Ekstra kurikuler juga bisa mengajarkan anak akan arti organisasi, walaupun dalam skala yang kecil. Disana anak bisa belajar menjadi pemimpin, pengurus, atau bahkan belajar mengemas suatu acara yang menarik dalam sebuah pameran ekskul. Dan banyak lagi hal positif yang dapat diperoleh siswa dengan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler.

Agar kita dapat mengembangkan minat dan bakat kita dalam Ekstrakurikuler, kita dapat memilihnya sesuai dengan kemampuan kita agar dapat mengasah kemampuan kita. lalu setelah memilih tentukan target atau titik acuan yang membuat kita termotivasi dan antusias untuk mengikuti Ekstrakurikuler tersebut. Jalani Ekstrakurikuler tersebut dan terima konsekuensinya dengan hati ikhlas karena ini pilihan kita sehingga kita dapat belajar bertanggung jawab. Jangan lupa pintar-pintar mengatur waktu antara kegiatan akademis dan kegiatan Ekstrakurikuler yang kita jalani.

CONTOH 2

PENDIDIKAN KARAKTER REMAJA

Remaja adalah masa yang dialami oleh anak-anak pada saat SMP. Masa ini merupakan masa transisi dimana dimulai,mulai umur 10 hingga 21 tahun. Pada masa itu remaja juga sedang mencari identitas dirinya. Pada masa ini remaja harus mendapatkan pendidikan karakter agar menjadi generasi yang jujur,kreatif,peduli,santun, dan percara diri.

Pada masa remaja merupakan masa sulit karena butuh pengendalian diri yang lebih daripada saat masa anak-anak. Dalam masa ini remaja butuh orang dewasa untuk mengarahkan ke perilaku positif agar tidak terpengaruh ke perbuatan negative. Jika pengendaliannya baik maka remaja bisa menjadi anak yang membanggakan orang tuanya.

Pendidikan Karakter ini dapat membentuk remaja menjadi berprestasi. Di dalam pendidikan karakter mereka juga diajarkan nilai religious yang dapat menguraikan kebaikan agar remaja tumbuh sebagai manusia yang peka pada lingkungan sosial. Di samping itu mereka juga diajarkan nilai toleransi dan cinta damai atau nilai-nilai kemanusiaan agar membentuk remaja yang mempunyai sifat pengasih.

Dengan demikian, nilai-nilai positif dalam pendidikan karakter itu dapat membuntuk remaja yang unggul, Mereka juga dapat bersaing dengan baik di tingkat nasional maupun internasional.  Dengan begitu, remaja yang memiliki karakter kuat. Nilai positif dalam pendidikan karakter juga dapat membuat kegiatan remaja terarah dan akan mempunyai budi pekerti yang baik.

 
CONTOH 3

Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah

Pendidikan adalah suatu proses internalisasi budaya kepada seseorang atau kelompok masyarakat untuk menjadikan orang atau kelompok tersebut menjadi lebih beradab. Selama ini terjadi salah kaprah mengenai apa itu pendidikan, pendidikan hanya diartikan sebagai proses transfer ilmu saja antara guru dan siswa, mementingkan hasil sehingga melupakan nilai-nilai sosial dan moral. Itulah sebabnya mengapa dewasa ini banyak sekali terjadi degredasi moral di kalangan masyarakat, baik yang tua maupun yang muda. Itulah mengapa seharusnya sistem pendidikan tidak hanya memberikan ilmu atau pengetahuan-pengetahuan tentang dunia saja, melainkan jug memberikan pendidikan karakter kepada masyarakat, khususnya siswa-siswi di sekolah.

Bagi sebagian orang mungkin masih belum mengetahui apa itu pendidikan karakter. Berdasarkan pengertiannya karakter adalah serangkaian sikap, perilaku, motivasi, dan keterampilan yang baik, maka pendidikan karakter adalah proseses menanamkan nilai-nilai, sikap, perilaku, motivasi, dan keterampilan kepada anak didik untuk membentuk individu yang berkarakter. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang berusaha berbuat tindakan-tindakan terbaik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dirinya, sesamanya, lingkungan, bangsa dan negara, serta dunia dengan mengoptimalkan potensi yang ada di dalam dirinya. Pendidikan karakter ini sangat penting untuk diselipkan di dalam sistem pendidikan pendidikan di sekolah-sekolah yang sasarannya adalah para siswa-siswi sekolah.

Pendidikan karakter di sekolah bertujuan untuk menanamankan nilai-nilai karakter kepada seluruh warga sekolah yang meliputi semua komponen pendidikan seperti pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai yang diajarkan tersebut. Di samping itu, pendidikan karakter di sekolah juga dimaknai sebagai suatu bentuk perilaku warga sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan harus sesuai dengan karakter yang akan dibangun.

Dalam memasukan pendidikan karakter di sekolah, semua orang yang terlibat di sekolah harus diikutsertakan, termasuk semua komponen pendidikan, seperti  kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ekstra kurikuler, pemberdayaan sarana dan prasarana sekolah, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga sekolah.

Pendidikan karakter melibatkan beberapa aspek penting di dalamnya, yaitu aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (afective), dan tindakan (motorik). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek tersebut, maka proses pendidikan karakter berjalan tidak efektif. Ada sembilan pilar karakter yang diajarkan kepada siswa-siswi di sekolah yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.

Kesembilan pilar utama pendidikan karakter di atas, diajarkan secara sistematis dan continuitas dengan model pendidikan holistic menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Aspek pengetahuan yang berupa kognitif diajarakan melalui metode knowing the good dengan sangat mudah. Setelah mengajarkan aspek kognitif, aspek yang harus ditumbuhkan adalah aspek affective dengan metode feeling the good, yaitu dengan mengajarkan rasa cinta kasih dan merasakan suatu kebaikan agar bisa mendorong individu untuk senantiasa berbuat kebaikan. Aspek terakhir yang harus diajarkan adalah aspek motoric dengan metode acting the good, yaitu mengajarakan perilaku-perilaku kebajikan atas dasar mencintai kebajikan itu, setelah mencintai kebajikan, individu akan menjadikan perilaku tersebut sebagai kebiasaan. Pendidikan karakter di sekolah sangat bergantung dengan peran guru yang menjadi ujung tombak dalam dunia pendidikan. Guru bisa mempengaruhi dan membentuk perilaku murid-murid yang sesuai dengan nilai dan norma. Selain itu, guru juga berperan sebagai contoh atau role mode untuk siswa dalam hal berperilaku.

Dengan diterapkannya pendidikan karakter di sekolah, Para siswa akan
menjadi lenih cerdas, terutama dalam hal emosinya. Kecerdasan emosi atau EQ ini merupakan bekal penting bagi mereka untuk meraih masa depan karena kecerdasan intelegensi tanpa kecerdasan emosi akan menciptakaan individu yang berperilaku jauh dari nilai dan norma yang berlaku.

Jadi Pada intinya, pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengn pendidikan moral dan akhlak yang bertujuan untuk membentuk pribadi individu supaya menjadi manusia yang bermasyarakat, dan warga berwarganegara yang baik.

REFERENSI: KELASINDONESIA.COM

3 Responses to "3 CONTOH KARANGAN EKSPOSISI TENTANG PENDIDIKAN (BARU)"

  1. Terimakasih banyak...contoh-contohnyasangat membantu sekali.
    Duniaku berbagi ilmu

    ReplyDelete
  2. Bagus sekali bisa membantu tugas atau Pr sekolah pekerjaan terbantu

    ReplyDelete
  3. bagus sekali bisa membantu tugas sekolahku terimakasih wk wk wk waw.

    ReplyDelete

Silakan Tulis KOMENTAR yang tidak mengandung SARA DAN P*RN*GRAFI.