Loading...

Latihan-Latihan Dasar Agar Bisa Bermain Drama dengan Benar

a. Potensi Tubuh  

Tubuh harus bagus dan menarik. Arti bagus dan menarik di sini bukan wajah harus tampan atau cantik. Hal yang dimaksud adalah tubuh harus lentur, sanggup memainkan semua peran, dan mudah diarahkan. Latihan dasar untuk melenturkan tubuh, antara lain sebagai berikut. 


(1)  Latihan tari supaya aktor mengenal gerak berirama dan dapat  mengatur waktu. 
(2)  Latihan samadi supaya aktor mengenal lebih dalam artinya  diam; merenung secara insani. 
(3)  Latihan silat supaya aktor mengenal diri dan percaya diri. 
(4)  Latihan anggar untuk mengenal arti semangat. 
(5)  Latihan renang agar aktor mengenal pengaturan napas. 

b.  Potensi Dria  

Dria adalah semua pancaindra: penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan pengecap. Semua perlu dilatih satu per satu  supaya peka. Cara melatihnya, melalui dria ganda. Artinya, suatu  pengindraan disertai pengindraan yang lain. Misalnya, melihat sambil  mendengarkan. 

c.  Potensi Akal  

Seorang aktor harus cerdik dan tangkas. Kecerdikan dan ketangkasan itu dapat dipunyai kalau ia terbiasa menggunakan akal, antara lain dengan kegiatan membaca dan berolahraga. Tentu saja olahraga yang dimaksud adalah olahraga yang berhubungan dengan pikiran seperti catur, halma, bridge, atau teka-teki silang. 

d.  Potensi Hati  

Hati merupakan landasan perasaan. Perasaan manusia amat beragam dan silih berganti. Kadang-kadang senang dan tertawa, kadangkadang sedih dan meratap. Semua berurusan dengan hati. Oleh karena  itu, melatih hati sebenarnya melatih kepekaan perasaan. Jika perasaan  seseorang peka, ia dapat merasakan apa yang datang dalam suasana  batinnya dengan cepat dan dengan cepat pula ia dapat memberikan  reaksi. 

e.  Potensi Imajinasi  

Akting baru mungkin terjadi apabila dalam hati ada kehendak. Kehendak (niat) itu harus dilengkapi imajinasi (membayangkan sesuatu). Menyuburkan imajinasi dalam diri dapat dilakukan dengan sering mengapresiasi puisi dan mengapresiasi lukisan. 

f.  Potensi Vokal  

Aktor mengucapkan kata-kata yang dirakit menjadi kalimatkalimat untuk mengutarakan perasaan dan pikirannya. Kata-kata diucapkan dengan mulut. Jadi, mulut menghasilkan suara. Suara dari mulut yang membunyikan kata-kata itu disebut vokal. Aktor harus mempunyai vokal kuat agar kata-kata yang diucapkan jelas. Latihan dasar untuk menguatkan vokal antara lain dengan deklamasi dan menyanyi. 

g.  Potensi Jiwa  

Seorang aktor harus mampu memerankan tokoh dengan penjiwaan. Artinya, ia harus berusaha agar jiwanya melebur dalam tokoh yang diperankan. Penjiwaan ini dapat dibangkitkan lewat pengalaman dan pengamatan. Misalnya, seorang tokoh dapat memerankan tokoh sedih atau menangis tersedu-sedu dengan penuh penghayatan karena dia berpengalaman merasakan sedih atau pernah mengamati orang bersedih. Oleh karena itu, sebaiknya aktor banyak melakukan pengamatan masalah kehidupan untuk menambah pengalaman.
-
Loading...