Iklan
Home » » Cara Kita Memberikan Apresiasi Hikayat Hang Tuah

Cara Kita Memberikan Apresiasi Hikayat Hang Tuah

Written By Mohammad Ridwan on 20 Apr 2016 | 09:00

Guruberbahasa.com- Apresiasi Hikayat Hang Tuah

Pernahkah Anda mendengar Hikayat Hang Tuah? Hikayat Hang Tuah merupakan salah satu bentuk karya sastra lama pada Angkatan Melayu Klasik. Selain hikayat, ada bentuk lain seperti cerita panji, cerita berbingkai, tambo, epos, dan dongeng (fabel, legenda, mite, sage, dan parabel).

Hikayat Hang Tuah merupakan bentuk hikayat Melayu asli dan tidak diketahui dengan pasti siapa pengarangnya. Sikap kepahlawanan Hang Tuah yang tak tertandingi menyebabkan hikayat tersebut tetap berkembang dan hidup di masyarakat. Namanya harum dan menjadi teladan bagi putra-putri bangsa. Lama-kelamaan orang menganggapnya bukan sekadar pahlawan biasa tetapi dianggap seorang titisan dewa yang disanjung-sanjung karena kesaktiannya. Hang Tuah lahir dari keluarga biasa dekat Sungai Duyung di Tanah Malaka. Ayahnya bernama Hang Mahmud dan Ibunya Dang Merduwati. Karena kesulitan hidupnya, mereka pindah ke Pulau Bintan, tempat raja bersemayam, dengan harapan mendapat rezeki di situ. Mereka membuka warung dan hidup sangat sederhana. 

Semua sahabat Hang Tuah berani. Mereka itu adalah Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu. Pernah suatu ketika mereka berlima pergi berlayar. Di tengah lautan dihadang oleh gerombolan perampok yang banyak sekali. Hang Tuah menggunakan taktik, membawa mereka ke darat. Di sana mereka melakukan perlawanan. Sepuluh perampok mereka tewaskan, sedangkan yang lain melarikan diri. Dari beberapa orang yang dapat ditawan, mereka mengaku dari daerah Siantan dan Jemaja atas perintah Gajah Mada di Majapahit. Sebenarnya mereka diperintahkan untuk menyerang Palembang tetapi angin kencang membawa mereka tersesat di Melaka. Akhirnya, keberanian Hang Tuah dan kawan-kawannya sampai juga kepada raja sehingga raja berkenan kepada mereka. Suatu ketika ada orang yang mengamuk di pasar. Orang-orang lari ketakutan. Hang Tuah jugalah yang dapat membunuh orang itu. Hang Tuah lalu diangkat menjadi biduan istana
(pelayan raja). Saat itu dia diminta menyerang ke Palembang yang diduduki orang Siantan dan Jemala. Hang Tuah sukses, lalu dia diangkat menjadi Laksamana. Berkali-kali Hang Tuah diutus ke luar negeri; ke Tiongkok, Rum, Majapahit, dan dia pernah pula naik haji. Akhir hayatnya, Hang Tuah berkhalwat di Tanjung Jingara.

Di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan nama Hang Tuah dan Hang Lekir diabadikan sebagai nama jalan. Hal itu merupakan wujud dari melegendanya nama mereka.
Author Image

About Author

LIHAT ABOUT DI ATAS

KATEGORI Cerpen JUDUL Download Cara Kita Memberikan Apresiasi Hikayat Hang Tuah. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://www.guruberbahasa.com/2016/04/cara-kita-memberikan-apresiasi-hikayat.html. Jangan Lupa Bagikan Cara Kita Memberikan Apresiasi Hikayat Hang Tuah ke teman-teman kalian , Terima Kasih!

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Tulis KOMENTAR yang tidak mengandung SARA DAN P*RN*GRAFI.