Loading...

FUNGSI BAHASA MENURUT PARA AHLI BAHASA (LINGUIS)

Guruberbahasa.com- FUNGSI BAHASA MENURUT PARA AHLI BAHASA (LINGUIS)

Fungsi bahasa yang utama dan pertama sudah terlihat dalam konsepsi bahasa  di  atas,  yaitu fungsi  komunikasi  dalam  bahasa  berlaku  bagi  semua bahasa apapun dan dimanapun. Dalam berbagai literatur bahasa, ahli bahasa (linguis) bersepakat dengan fungsi-fungsi bahasa berikut:

1. fungsi ekspresi dalam bahasa
2. fungsi komunikasi dalam bahasa
3. fungsi adaptasi dan integrasi dalam bahasa
4. fungsi kontrol sosial (direktif dalam bahasa)


Di samping  fungsi-fungsi  utama  tersebut,  Gorys  Keraf  menambahkan beberapa  fungsi  lain  sebagai  pelengkap  fungsi  utama  tersebut.  Fungsi tambahan itu adalah:

1. Fungsi lebih mengenal kemampuan diri sendiri.
2. Fungsi lebih memahami orang lain;
3. Fungsi belajar mengamati dunia, bidang ilmu di sekitar dengan cermat.
4. Fungsi  mengembangkan  proses  berpikir  yang  jelas,  runtut,  teratur,  terarah, dan logis;
5. Fungsi  mengembangkan  atau  memengaruhi  orang  lain  dengan  baik  dan menarik (fatik). (Keraf, 1994: 3-10)
6. Fungsi mengembangkan kemungkinan kecerdasan ganda:


1) Fungsi pernyatan ekspresi diri

Fungsi  pertama  ini,  pernyataan  ekspresi  diri,  menyatakan  sesuatu  yang  akan  disampaikan  oleh  penulis  atau  pembicara  sebagai  eksistensi diri dengan maksud:

a. Menarik perhatian orang lain (persuasif dan provokatif),
b. Membebaskan diri dari semua tekanan dalam diri seperti emosi,
c. Melatih diri untuk menyampaikan suatu ide dengan baik,
d. Menunjukkan keberanian (convidence) penyampaikan ide.
Fungsi  ekspresi  diri  itu  saling  terkait  dalam  aktifitas  dan  interaktif keseharian  individu,  prosesnya  berkembang  dari  masa  anak-anak, remaja, mahasiswa, dan dewasa.

2) Fungsi Komunikasi

Fungsi  komunikasi  merupakan  fungsi  bahasa  yang  kedua  setelah fungsi ekspresi diri. Maksudnya, komunikasi tidak akan terwujud tanpa dimulai dengan ekspresi diri. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi, yaitu komunikasi tidak akan sempurna jika ekspresi diri tidak diterima oleh orang lain. Oleh karena itu,komunikasi tercapai dengan  baik  bila  ekspresi  berterima.  Dengan  kata  lain,  komunikasi berprasyarat pada ekspresi diri.

3) Fungsi integrasi dan adaptasi sosial

Fungsi peningkatan (integrasi) dan penyesuaian (adaptasi) diri dalam  suatu  lingkungan  merupakan  kekhususan  dalam  bersosialisasi  baik  dalam  lingkungan  sendiri  maupun  dalam  lingkungan  baru.  Hal  itu  menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan sebagai sarana mampu  menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan (masyarakat). Dengan  demikian,  bahasa  itu  merupakan  suatu  kekuatan  yang  berkorelasi  dengan  kekuatan  orang  lain  dalam  integritas  sosial.  K orelasi  melalui  bahasa  itu  memanfaatkan  aturan - aturan  bahasa  yang  disepakati  sehingga  manusia  berhasil  membaurkan  diri  dan  menyesuaikan  diri  sebagai anggota suatu masyarakat.

4) Fungsi kontrol sosial

Kontrol sosial sebagai fungsi bahasa bermaksud memengaru hi perilaku  dan tindakan orang dalam masyarakat, sehingga seseorang itu terlibat  dalam komunikasi dan dapat saling memahami. Perilaku dan tindakan  itu berkembang ke arah positif dalam masyarakat. Hal positif itu terlihat  melalui  kontribusi  dan  masukan  yang positif.  Bahkan,  kritikan  yang  tajam dapat berterima dengan hati yang lapang jika kata - kata dan sikap  baik  memberikan kesan  yang tulus tanpa prasangka.  Dengan  kontrol  sosial,  bahasa  mempunyai  relasi  dengan  proses  sosial  suatu  masyarakat  seperti  keahlian  b icara,  penerus  tradisi  tau  kebudayaan,  pengindentifikasi  diri,  dan  penanam  rasa  keterlibatan  (sense  of  belonging) pada masyarakat bahasanya.

7. Fungsi membentuk karakter diri
8. Fungsi membangun dan mengembangkan profesi diri
9. Fungsi menciptakan berbagai kreativitas baru (Widiono, 2005: 11-18)


Masih banyak fungsi bahasa yang lain d alam bahasa Indonesia khususnya,  fungsi bahasa dapat dikembangkan atau dipertegas lagi ke dalam kedudukan  atau  posisi  bahasa  Indonesia.  Posisi  Bahasa  Indonesia  diidentifikasika n  menjadi  bahasa  persatuan,  bahasa  nasional,  bahasa  negara,  dan  bahasa  standar.  Keempat  posisi  bahasa  Indonesia  itu  mempunyai  fungsi  masing - masing seperti berikut:

I. Fungsi  bahasa  persatuan  adalah  pemersatu  suku  bangsa,  yaitu  pemersatu suku,  agama, rasa dan  antar  golongan (SARA)  bagi  suku  bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Fungsi pemersatu ini  (heterogenitas/kebhinekaan)  sudah  dicanangkan  dalam  Sumpah  Pemuda 28 Oktober 1928.

II. Fungsi  Bahasa Nasional adalah fungsi  jati diri  Bangsa  Indonesia bila berkomunikasi pada dunia luar Indonesia. Fungsi bahasa nasional ini dirinci atas bagian berikut:

1. Fungsi lambang kebanggaan kebangsaan Indonesia
2. Fungsi Identitas nasional dimata internasional
3. Fungsi  sarana  hubungan  antarwarga,  antardaerah,  dan  antarbudaya, dan
4. Fungsi  pemersatu  lapisan  masyarakat:  sosial,  budaya,  suku bangsa, dan bahasa.

III. Fungsi  bahasa  negara  adalah  bahasa  yang  digunakan  dalam administrasi negara untuk berbagai aktivitas dengan rincian berikut:

1. Fungsi bahasa sebagai administrasi kenegaraan,
2. Fungsi bahasa sebagai pengantar resmi belajar di sekolah dan perguruan tinggi,
3. Fungsi bahasa sebagai perencanaan dan pelaksanaan pembangunan bagai negara Indonesi sebagai negara berkembang, dan
4. Fungsi  bahsa  sebagai  bahasa  resmi  berkebudayaan  dan ilmu teknologi (ILTEK)

IV. Fungsi  bahasa  baku  (bahasa  standar)  merupakan  bahasa  yang  digunakan  dalam  pertemuan  sangat  resmi.  Fungsi  bahasa  baku  itu  berfungsi sebagai berikut:
1. Fungsi pemersatu sosial, budaya, dan bahasa,
2. Fungsi penanda kepribadian bersuara dan berkomunikasi,
3. Fungsi penambah kewibawaan sebagai pejabat dan intelektual, dan
4. Fungsi penanda acuan ilmiah dan penuisan tulisan ilmiah.

Keempat  posisi  atau  kedudukan  bahasa  Indonesia  itu  mempunyai 
fungsi  keterkaitan  antar  unsur.  Posisi  dan  fungsi  tersebut  merupakan  ke kuatan  bangsa Indonesia dan merupakan jati diri Bangsa Indonesia yang kokoh dan  mandiri. Dengan keempat posisi itu, bahasa Indonesia sangat dikenal di mata  dunia, khususnya tingkat regional ASEAN.  Dengan  mengedepankan  posisi  dan  fungsi  bahaasa  Indonesia,  eksistensi  bahasa Indonesia diperkuat dengan latar belakang sejarah yang runtut dan  argumentatif.  Sejarah  terbentuknya  Bahasa  Indonesia  dari  bahasa  melayu.  Ciri - ciri  bahasa  Indonesia  yang  khas,  legi timasi  sebagai  interaksi  Bahasa  Indonesia,  dan  ragam  serta  laras  Bahasa  Indonesia  memperkuat  konsepsi  dan  fungsi  dikembangkan  ke  berbagai  ilmu,  teknologi,  bidang,  dan  budaya  sekarang dan nanti.
-
Loading...