Loading...

Struktur Teks Negosiasi dan Contoh Teks Negosiasi

Guruberbahasa.com- Struktur Teks Negosiasi dan Contoh Teks Negosiasi

Struktur Teks Negosiasi

Tentu saja setiap teks mempunyai struktur, begitupun dengan teks negosiasi. Struktur teks negosiasi teridi atas pembukaan, isi, dan terakhir yaitu penutup. Untuk lebih jelasnya sobat bisa melihat penjelasannya dibawah ini.

1. Pembukaan, merupakan bagian awal dari sebuah negosiasi yang biasanya berisi kata salam atau sapa dan juga pengenalan diri.

2. Isi, pada bagian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu penyampaian materi dan tawar menawar dan penyelesaian masalah. Penyampaian materi merupakan bagian yang berisi pertanyaan atau pemberitahuan mengenai objek atau permasalahan. Sedangkan tawar-menawar dan penyelesaian masalah adalah bagian dimana kedua belah pihak saling bernegosiasi hingga akhirnya mendapatkan suatu keputusan.

3. Penutup, merupakan bagian akhir akhir dari teks negosiasi.

Struktur Kompleks:
 
1) Orientasi    : Perbincangan awal antara pihak pertama dan pihak kedua.
2) Permintaan : Dimana pihak pertama mencari barang yang ingin dibeli.
3) Pemenuhan : Saat pihak kedua memenuhi terhadap barang yang dicari pihak pertama.
4) Penawaran : Disaat proses tawar menawar terjadi.
5) Persetujuan : Disaat kedua belah pihak menyetujui harga yang telah ditentukan.
6) Pembelian : Saat pihak pertama memberikan uang sebagai tanda jadi.
7) Penutup : Akhir dari negosiasi yang ditandai perpisahan.

Contoh Teks Negosiasi


A : Ada yang bisa saya bantu?.
B : Saya ingin pesan baju seperti ini (menyodorkan desain baju).
A : Oh desain ini ya, ukurannya untuk badan seperi bapak?
B : Iya.
A : Oh desain seperti ini kami beri harga 500rb.
B : Terlalu mahal itu, tidak bisa turun?.
A : Bisa, tapi turun pun hanya sedikit. Paling kita beri harga 450rb bagaiamana?
B : Baiklah saya setuju. Saya harap baju ini bisa selesai tepat waktu,
A : Kami selalu mengusahakan untuk tidak mengecewakan pembeli pak.

Contoh negosiasi perwakilan karyawan dan pengusaha

Pengusaha : “Langsung saja, saya keberatan atas aksi mogok yang kalian lakukan! Perusahaan bisa merugi kalau karyawan terus-terusan mogok begini”

Karyawan   : “Aksi yang kami lakukan bukan tanpa alasan pak!”
Pengusaha : “Alasan apa?”
Karyawan : “Kami meminta kenaikan upah pak! Hari ini harga kebutuhan pokok semakin meningkat, sementara penghasilan kami tetap!”

Pengusaha : “Iya, saya mengerti, tapi kok harus mogok segala! Ini kan sama saja menghentikan produksi, sama artinya menghentikan penghasilan kita semua. Bisa bangkrut kita!”

Karyawan  : “Iya pak, sebetulnya kami sudah sampaikan permasalahan ini pada direktur bidang kehumasan, tapi beliau bilangnya nanti dan nanti. Sementara teman-teman sudah pada tidak sabar pak.”

Pengusaha : “Oalah. Memangnya mau naik berapa?”
Karyawan   : “Kami minta kenaikan 15 persen dari upah saat ini pak”

Pengusaha : “Wah sepertinya tidak bisa kalau segitu. Penghasilan perusahaan kita tak bisa membayar sebanyak itu. Paling naik 5 persen.”
Karyawan   : “Bagaimana kalau 10”

Pengusaha : “Akan saya usulkan nanti pada dewan direksi”

Karyawan : “Saya minta komitmennya pak!”

Pengusaha : “Iya saya janji, minimal 7 persen, akan diusahakan goal. Nanti perwakilan kalian akan kami libatkan dalam rapat direksi.

Karyawan   : “Baik pak, terima kasih. Selamt siang.”
Pengusaha : “Selamat siang.
-
Loading...