Loading...

Contoh Konjungsi Subordinatif LENGKAP TERBARU

Pengertian Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua buah klausa, frasa, atau kalimat yang kedudukannya tidak setara atau tidak sederajat. Yang dimaksud dengan tidak sederajat adalah tidak sama atau tidak seimbang. Frasa, klausa, atau kalimat yang berkedudukan tidak setara apabila dipisah salah satunya tidak bisa berdiri sendiri. 
 

Jenis – Jenis Konjungsi Subordinatif

Di bawah ini adalah jenis – jenis konjungsi subordinatif berdasarkan hubungan antar klausanya:

Hubungan Tujuan : Agar, supaya, untuk
Hubungan Sebab – akibat : Sebab, karena, oleh karena, Sehingga, sampai
Hubungan Perumpamaan : Seperti, seakan-akan, seolah-olah, laksana, ibarat
Hubungan Bersyarat : Jika, kalau, apabila
Hubungan waktu : Sejak, semenjak, ketika, tatkala, selama, serta, sambil, setelah, sesudah, sebelum
Hubungan Pengandaian : Andaikan, seumpama, sekiranya
Hubungan keterangan : Dengan, tanpa
Hubungan perlawanan :  Walaupun, sekalipun
Hubungan perbandingan : Sama …. dengan, lebih … dari.
Hubungan pelengkap : Yang, Bahwa

CONTOH:

Hubungan Tujuan
Dika belajar bahasa Inggris agar diterima di perusahaan asing.
Ayah membeli sebuah baju untuk ibu sebagai hadiah.
Ibu menasehati aku supaya menjadi anak yang baik.

Hubungan Sebab – akibat
Budi tidak berangkat ke sekolah sebab sedang dirawat di rumah sakit.
Dani terpaksa harus pulang lebih awal karena kerabatnya meninggal.
Aku tidak bisa keluar oleh karena pintunya terkunci di dalam.
Lahan gambut habis terbakar sehingga menimbulkan kabut asap yang pekat.
Ikan remora akan mengikuti hiu sampai dirinya benar – benar merasa aman.

Hubungan Perumpamaan
Senyum Shinta sangatlah indah seperti bunga mawar yang sedang mekar.
Doni bepakaian seolah – olah dirinya adalah bos besar.
Lukisan alam itu sangatlah indah laksana keindahan alam aslinya.
Budi bertingkah sangat aneh seakan – akan dia bukan dirinya yang sebenarnya.
Mengajarkan Budi matematika ibarat mengukir di atas air.

Hubungan Bersyarat
Hidup ini sangat indah jika diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.
Aku akan pergi ke Bandung jika diijinkan ayah.
Aku lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Aku akan menyusulnya apabila dia meminta.
Kamu pasti akan merindukannya apa bila dia pergi dari mu.

Hubungan waktu
Ayah telah bekerja sebagai guru sejak aku belum dilahirkan.
Ibu sedang pergi ke pasar ketika aku pulang ke rumah.
Bangunan itu telah berdiri selama lebih dari tujuh tahun.
Para petani menanam padi setelah membajak sawahnya.
Ibu membuat kueh sambil menggendong adik.

Hubungan Pengandaian
Aku akan sangat bahagia andaikan menjadi dirinya.
Kamu pasti akan merasa sedih andaikan kamu merasakannya sendiri.
Aku tidak akan datang seumpama langit mendung.
Aisyah sudah pergi ke Australia sekiranya belajar dengan tekun.
Andaikan hari ini hari minggu, aku bahagia.

Hubungan keterangan
Aku pergi ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor.
Diki belajar matemaika dengan Shanti.
Ayah memperbaiki komputer tanpa menggunakan alat khusus.
Beruang bertahan dari cuaca yang sangat dingin dengan mengadalkan kulit tebalnya.
Kereta itu melaju di atas rel dengan secepat kilat.

Hubungan perbandingan
Nilai Andi pada ujian bahasa Indonesia sama dengan nilai Budi.
Suara Syahrini sama dengan milik diva musik dunia.
Kelerang Dika lebih banyak dari kelerang milik Andi.
Dia memberi aku buku lebih dari dia memberi aku uang.

Hubungan perlawanan
Aku tetap akan pergi ke sekolah walaupun hujan tidak berhenti turun.
Dia tetap saja berbuat seperti tiu walaupun ayah sudah menasehati.
Budi tetap saja akan pergi sendiri sekalipun kakaknya melarang.
Kabut asap akan terus berdatangan sekalipun hutan habis terbakar.

Hubungan pelengkap
Kemarin malam aku melihat seseorang yang memakai baju bertuliskan Halo Apa Kabar.
Gadis itu memberikan Doni buku yang menjadi favoritnya.
Ayah mengumumkan bahwa dia akan pensiun tahun depan.
Kakak mengatakan bahwa dia akan bekerja sebagai pegwai bank. 

CONTOH LAIN:
 
1. Budi mengejakan semua pekerjaan rumahnya agar tidak dimarahi oleh ibu.
2. Aku tidur lebih awal supaya tidak bangun kesiangan keesokan harinya.
3. Para nelayan pergi berlayar untuk mengais rejeki di laut.
4. aku bertemu dengan pria yang memakai baju hitam dan celana merah di pasar.
5. Wanita itu setia menunggui ibunya yang tengah dirawat di rumah sakit.
6. Ayah akan mengajakku pergi ke tempat nenek jika tidak jadi pergi ke Jakarta.
7. Para serigala melong-long apabaila melihat bulan purnama di langit.
8. Aku berjanji menemuinya kalau masih ingat dibenakku.
9. Budi telah pergi dari rumah sejak diusir oleh ibunya.
10. Aku sedang tertidur pulas ketika gempa terjadi.
11. Ayah senang sekali bercerita kepadaku tatkala aku masih kecil.
12. Pak Raden tidak pernah menyakiti binatang selama hidupnya.
13. Dia pergi ke Jakarta membawa uang serta baju seadanya.
14. Aku akan segera pergi menemuimu setelah lulus dari SMA.
15. Lusi belajar dengan giat sebelum mengerjakan semua ujiannya.
16. Gembala itu menggembalakan sapi-sapinya sambil membaca di bawah pohon.
17. Bumi dan seluruh isinya akan segera musnah andaikan tidak dirawat oleh kita.
18. Ayah selalu mempersiapkan masa depan kami seumpama meninggalkan kami.
19. Aku ingin pergi ke luar negeri sekiranya diijinkan oleh ayah.
20. Aku tetap akan kuliah walaupun tidak ada biaya.
21. Dia berani keluar pada malam hari walaupun sangat gelap.
22. Budi tetap nekat pergi ke Jakarta sekalipun sudah dilarang oleh ibunya.
23. Ani selalau berbuat baik dan jujur sekalipun hidup susah.
24. Tempat tidur andi sangat berantakan seperti tidak ada penghuninya.
25. Zubaidah berlagak sombong seolah-olah pemilik restoran ini.
26. Kami berdua sangat berbeda ibarat bumi dan langit.
27. Andi tidak bisa bermain bola lagi karena kakinya sakit.
28. Aku dimarahi oleh ayah sebab sering keluar malam.
29. Anjar memukul kucing itu sehingga kesakitan dan berlari.
30. Manusia akan terus lahir di dunia ini sampai hari akhir.
Sumber: Kakakpintar.com
-
Loading...