Mini Website sebagai Sarana Berbagi Pengetahuan

Contoh Soal Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif

.
.
Loading...
Pengertian dialog Interaktif

Dialog interaktif adalah masalah perbincangan dua orang atau  lebih yang membahas suatu masalah. Dialog interaktif melibatkan pemirsa dan pendengar. Dialog interaktif mempunyai tema. Tema dapat diketahui dari masalah yang dibicarakan. Selain itu, isi dialog interaktif dapat disimpulkan.


Cara mendapatkan informasi lengkap sebagai berikut.

- Menyimak secara cermat dialog yang disiarkan secara utuh.
- Mencatat informasi yang terdapat dalam dialog dengan menulis pokok-pokok informasi dialog. Pokok-pokok informasi merupakan masalah, peristiwa, atau kejadian yang dibicarakan dalam dialog. Dialog interaktif memuat bebarapa informasi.
- Merangkum jawaban berdasarkan informasi yang ditemukan dalam dialog interaktif.
- Membuat kesimpulan dari kalimat utama dalam rangkuman.
- Melaporkan informasi secara tertulis atau lisan.

Perhatikan contoh berikut!

Sastra Wijaya: "Pada akhir bulan Oktober kemarin, harga kopi dari Dairi Sumatera Utara murah. Dapatkah Anda menjelaskan penyebabnya?

Sondang Brutu: "Harga kopi di Sumatera Utara murah karena biji-biji kopi tersebut dibeli oleh tengkulak. Ditambah lagi, di Dairi belum ada pabrik pengolahan kopi, jadi mau tidak mau masyarakat harus menjual hasil kebun kepada tengkulak. Berbeda dengan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang memiliki pabrik pengolahan kopi. Hasil kopi di Tana Toraja sebagian diolah sendiri dan sebagian diekspor. Bahkan ada beberapa pabrik di Toraja yang menujual kopi bubuk ke luar negeri. Nama Toraja dapat dikenal di luar negeri sebagai penghasil kopi. Saya kira, hal tersebut yang menyebabkan harga kopi di Sumatera lebih rendah daripada di Toraja."

Suwardi: "Apakah masyarakat di Dairi belum mampu mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk, Pak?"

Sondang Brutu: "Selama pengamatan saya, masyarakat di Dairi belum mampu memanfaatkan hasil kebun mereka. Mereka belum mampu membuat kopi bubuk. Mereka hanya menjual biji kopi apa adanya. Hal inilah yang menyebabkan daya saing petani kopi di Dairi tidak kuat karena kita tidak bisa membuat kopi bubuk sendiri untuk dijual."

Sastra Wijaya: "Lalu bagaimana nasib petani kopi di Dairi jika kondisi masih seperi itu?

Sondang Brutu: "Penurunan harga biji kopi yang semakin hari semakin murah membuat khawatir para petani Dairi. Jika hal tersebut masih berlangung lama, kemungkinan para petani akan memutuskan untuk pindah menanam komoditas lain yang tidak bergantung pada ekspor."

CONTOH: 

A. Sambil mendengarkan, catatlah pokok-pokok informasi dari dialog interaktif tersebut!

Contoh jawaban:

Pokok-pokok informasi yang terdapat dalam dialog interaktif sebagai berikut.

1. Pada akhir bulan Oktober 2009 harga kopi di Dairi sangat murah.

2. Penyebab terjadi rendahnya harga kopi sebagai berikut.
- Biji-biji kopi di Dairi dibeli oleh tengkulak.
- Masyarakat Dairi belum memiliki pbrik pengolahan kopi.
- Dairi belum memiliki pabrik pengolahan kopi.
- Petani kopi di Dairi akan beralih menanam komoditas pertanian yang lain.

3. Proses terjadinya harga kopi di Dairi sangat murah sebagai berikut.

Petani kopi di Dairi menjual hasil kebun mereka kepada tengkulak. Mereka menjual biji kopi apa adanya tanpa diolah terlebih dahulu. Mereka belum mampu mengolah hasil kebun sendiri. Di Dairi tidak terdapat pabrik pengolahan kopi. Hal tersebut yang menyebabkan harga kopi di Dairi sangat rendah. Petani kopi di Dairi tidak mampu bersaing dengan petani kopi dari daerah lain karena hasil kebun tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

B. Tentukan tema dialog interaktif yang telah kamu dengarkan! Kamu dapat menentukan tema dialog interaktif berdasarkan pokok-pokok dialog yang telah kamu catat.

Jawaban:

Tema dialog interaktif tersebut tentang rendahnya harga jual kopi di dairi, Sumatera Utara.

C. Simpulkan isi dialog interaktif yang telah kamu dengarkan!

Contoh jawaban:

Harga kopi di Dairi rendah disebabkan oleh beberap hal, pertama, kopi dari petani dibeli oleh tengkulak. Tengkulak membeli dengan harga sangat rendah. Kedua, petani di Dairi belum memiliki kemampuan untuk mengolah hasil kebunnya menjadi kopu bubuk. Ketiga, di Dairi tidak terdapat pabrik pengolahan kopi sehingga petani hanya mampu menjual hasil kebunnya kepada tengkulak. Apabila harga kopi masih rendah, dimungkinkan para petani akan beralih menanam komoditas yang lain.

REFERENSI:BASINDON
Loading...
Tag : Dialog
Back To Top